Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 April 2013

Jangan takut merenungi masa lalu



Ujian hidup dari kiri,kanan,atas,bawah. hadapi dengan sadar dan tingkat kenormalan spenuhnya. Lawan si pengintimidasi dari setiap sudut !
Karna yg menjalankan hidup adalah kita, kita yang merasakan, kita yang memilih.

Disetiap pilihan yang ku pilih selalu ada cobaan, cobaan itu berupa apapun. Terkadang aku merasakan renungan yang tiada habisnya disetiap datangnya malam, di malam itu aku merunungi setiap kesalah yang sudah ku perbuat, dan kesalahan itu tidak pernah hilang dari pikiranku, namun aku bertekat harus tetap berjuang demi menebus semua kesalahan dan dosa-dosa yang sudah ku perbuat.

Semakin dalam renungan semakin aku giat berfikir, hal itu mebuatku tidak bias tidur dalam zona ketenangan dan kenyamanan, mungkin apa kata orang benar janganlah kamu merenungin dan melihat kebelakang. Namun aku tidak bisa menghindar dari kenyataan itu, aku selalu berpikir untuk bersyukur ketika aku masih diberi kesadaran untuk merenungi semua kesalahanku dimasa lalu, dan aku mendirikan tiang untuk selalu berpikir positif dari setiap renungan yang aku pikirkan untuk menjadi lebih baik dari setiap renungan yang ku rasakan.

Menurutku tidak sepenuhnya benar apa yang dikatakan orang mengenai larangan untuk tidak merenungi kesalahan dibalik masa lalu, kita boleh melihat kebelakang namun janganlah kembali dan berbuat keselahan yang sudah dilakukan. Cukup renungi,hayati dan cobalah dari detik ini untuk memperbaiki diri agar menjadi lebih baik seperti apa yang kita pilih.

Aku yakin setiap manusia menginginkan dirinya memiliki pribadi yang baik, namun kembali pada manusianya itu sendiri, apakah ia kuat dengan cobaan dalam perjalanan menjadikan dirinya pribadi yang baik.

Rabu, 08 Agustus 2012

Tulus Atau Tidak


Masih adakah ketulusan sayang  dan cintamu padaku setelah kita bersatu lagi? Sungguh aku merasakan kecanggungan untuk hubungan kita yang sekarang ini. Aku tidak menyangka sikap dan tindakanmu yang sekarang telah berubah. Perubahan sikap dan tindakanmu dalam hubungan kita telah mengurangi keyakinanku padamu.

kemana engkau yang dulu aku kenal? Engkau yang selalu memberikan perhatian lebih untukku dan engkau yang selalu mengabariku disetiap aktivitas yang sedang engkau lakukan.
Kenapa engkau berubah? Dimana kau terapkan semua janji janjimu padaku yang telah kau ucapkan padaku? Apakah engkau lupa? Atau kau sudah tidak mengharagaiku dan tidak memperdulikan perasaanku lagi? Aku merasa kata-kata memaafkan yang kau ucapkan untukku tidak benar-benar ikhlas dan tulus.

Setelah kita menyepakati, untuk memperbaiki hubungan kita agar jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya, mengapa kau tidak menepatinya? Padahal aku sudah berusaha sepenuhnya menjadi lebih baik demi hubungan kita agar bertahan selamanya. Namun yang ku rasakan saat ini engkau tidak bisa menepati semua kesepakatan kita.

Memang, kita ini sudah memasuki tahap dewasa. Akan tetepi kedewasaan bukan berarti tidak menginginkan perhatian yang lebih dari seseorang yang dicintai.
Aku sangat berharap, dengan engkau yang sudah merasa dewasa tidak memiliki pikiran bahwa engkaulah yang paling dewasa dibandingkan aku, dan aku berharap dengan engkau yang sudah merasa dewasa bukan berarti engkau harus mengurangi mengharagiku, dan mengurangi memperdulikanku.

Sungguh aku tidak habis pikir dengan perubahanmu saat ini. Sering terlintas disaat aku dibuat pesimis oleh hubungan kita untuk melupakanmu dan membuang rasa cintaku padamu. Tidak habis pikir aku berpikir; untuk apa hubungan ini dipertahankan? kalau engkau seolah-olah menganggapku seperti pertemanan biasa pada umumnya. 

Aku masih belum bisa habis pikir, setelah beberapa ujian yang aku berikan padamu, keyakinanku semakin berkurang dan sangat-sangat kecewa. Engkau janji padaku untuk tidak berbohong, dan engkau janji padaku untuk selalu terbuka (memberitahu) disetiap kejadian serta hal apapun padaku. Akan tetapi semua kenyataan tidak sesuai dengan apa yang engkau ucapkan kepadaku.
Sesering mungkin engkau menyatakan ingin lebih baik dan meminta maaf, tapi sampai kapan kau lupa dengan ucapan-ucapan janjimu? Dan sampai kapan engkau tidak mengulangi kesalahanmu lagi?

Jumat, 18 Mei 2012

Untuk Sahabat


Terkadang untuk bersahabat membutuhkan waktu yang lama, dari mulai dipertemukan melalu berbagai macam aktivitas. Berbagai macam karakter,sifat,sikap yang kita jumpai untuk dipelajari dan dimengerti untuk bisa menjalani hubungan persahabat yang harmonis. Kadang kala aku berandai-andai dan membuat opini yang belum tentu kesampean untuk memiliki sahabat sebanyak-banyaknya, dan berandai bisa menjalani hubungan yang harmonis serta sukses bersama-sama selamanya.

Namun realitaku tak seberuntung opini yang ku buat dan yang ku andai-andaikan, semua kacau akibat kesalahpahaman akibat permainan pikiran diri sendiri yang tak bisa dikendalikan. Ketika pikiran sendiri sedang mempermainkan kita yang bertujuan untuk menjrumus ke sikap negativ, "Apakah yang akan kita lakukan untuk menghadapi permainan pikiran tersebut?" Mudah saja, coba kita pertanyakan kepada diri sendiri apa yang sedang kita pikirkan, dan apa yang akan terjadi bila melakukan sesuatu dari apa yang sedang kita pikirkan.

Berfikir positif saja tidaklah cukup untuk membentuk suatu keharmonisan dalam persahabatan jangka selamanya, sebaiknya kita juga berfikir negativ dan realistis agar mencapai target persahabatan yang harmonis. Jangan karena kita melihat selintas wajah sahabat kita yang tampangnya lagi tak bersahabat dengan kita, lalu kita rela keharmonisan yang sejak lama kita bangun di grogoti secara cuma-cuma oleh permainan pikiran sendiri.

Sabtu, 21 April 2012

Apakah Tuhan Itu?


Pertanyaan "Apakah Tuhan Itu?"  telah memusingkan umat manusia selama berabad-abad dan akan terus menantang pemahaman logis selama kita hidup dengan konsep bahwa di atas sana ada suatu surga tempat tuhan duduk menghakimi umat manusia dan menghukum orang yang telah bertindak tidak benar. Pemikiran-pemikiran terkemuka sepanjang sejarah telah berusaha menemukan jawaban logis terhadap pertanyaan yang sulit dan tidak menyenangkan ini, dengan hasil hanya sedikit.

Beberapa orang menemukan bahwa tuhan ada di dalam hati setiap insan dalam bentuk cinta kasih, bela rasa, pengertian, dan sifat-sifat positif lainnya yang mampu dimiliki manusia tetapi sering kali ditekan olehnya. Tampaknya, dari pada kita mencoba menegaskan logika yang ketat atau menempatkan suatu citra yang solid pada konsep kita tentang tuhan, kita harus mengikuti teladan mereka dan mengerahkan energi yang lebih besar untuk secara intuitif memahami makna tuhan.

Gagasan umum yang mempersatukan semua kehidupan banyak utusan tuhan adalah cinta, bela rasa, pengertian, komitmen, dan hormat serta penghargaan kepada semua makhluk hidup. Karena itu, dapat diasumsikan bahwa dengan memperlihatkan sifat-sifat ini mereka menunjukkan kepada umat manusia lainnya cara kita seharusnya hidup sebagaimana diharapkan sang pencipta kita.

Terpesona sementara

Bila memandang dan merenungi alam semesta, saya yakin tidak ada manusia yang tidak terpesona oleh kehebatannya. Berjuta-juta benda, mulai dari bintang, planet, satelit dan segala hal lainnya, bergantung dan bergayutan secara sistematis dalam ruang yang tidak terukur luasnya. Maha besar dan maha pengatur Dzat yang memiliki kemampuan untuk menetapkan semua pergerakan benda-benda tersebut untuk patuh pada garis edarnya sehingga layak untuk digelarnya fragmen yang dinamakan kehidupan.

Sang Khalik, si pemilik semua yang sudah di sebutkan tadi, telah menciptakan makhluk yang kita sebut manusia dan ditempatkan di salah satu pelanet yang bernama bumi. Makhluk ciptaan ini di sempurnakannya dengan kebagusan rupa, dengan hati dan akal budi sebagai sarana untuk bisa mengatasi semua permasalahan yang bakal dihadapinya dalam perjalanan hidupnya.

Kalau kita merenungi kisah penciptaan tadi, bahwa manusia diciptakan dengan segala kesempurnaannya, maka manusia mestinya tidak mempunyai permasalahan yang tidak bisa dipecahkan. Mestinya tidak ada persoalan hidup yang tidak bisa diatasi.
Namun, benarkah realita yang kita hadapi berjalan mulus dan indah sebagaimana yang diharapkan sang pencipta? Ternyata tidak.

Setengah hati hilang

Malam ini angin bertiup sepoi-sepoi bahkan hujan pun menitik… Bahkan kupercaya saat ini kau pun terkena titik hujan yang sama… Aku pun berdoa untukmu… tak berharap sebuah atap melindungi kepalaku.

Hanya inginku, kau di sana. Bahagia. Bahkan tanpa namaku terngiang dalam hatimu lagi. Walau bibir ini terkecup oleh bibir yang lain dan bukan milikmu… Tapi kuyakin hujan ini akan menitiki bibirmu… Sama seperti saat ini kupikirkan dirimu, kurindukanmu lebih dari sebuah atap melindungi kepalaku dari titik hujan ini…

Aku terlalu menginginkanmu, aku pun sakit dan aku pun terlapuk… Hanya ini yang bisa kuberikan untuk cinta yang tetap ada…

Hanya meluruh …

Hanya perih …

Aku sungguh sangat mencintaimu. Kata ini terdengar begitu klise. Tapi entah aku sangat sakit. Kupetik gitar dengan empat senar untukmu. Asalkan kau tahu memarnya hatiku tanpamu. Pikirku begitu hampa. Jariku lunglai. Mataku terbutakan dirimu. Aku sungguh mencintaimu. Bahwa cinta menabur perih dan menarik nyawaku melewati krongkonganku yang telah kering karena terlalu mengelu-elukan cintaku untukmu…]

Nafasku saat ini begitu memburu… Bibirku kelu… Tapi kusadari, cinta ini. Namamu ada …

Setelah mataku terpicing dan dengan perih menahan sakit, kubidikan pukulanku kearah tembok berwarna hijau. Sebuah memar terenggut sebagai lambing amarahku… Tanganku memar bersamaan bunyi rintihan akibat perbuatanku sendiri…

Malam mulai larut. Fikiranku tak kuat untuk menampung bayanganmu. Lelah hati ini telah menariku ketempat tidur untuk memimpikanmu… ZZZzzz...

Singgah Sanah Baru

Uhhh !
Saya terbangun ketika ayah memijakkan kakinya didalam kamar. Dengan suaranya yang keras dan membuat saya bertambah semangat untuk bangun dari tidur siang. Ayah saya membawa berita untuk segera mencari singgah sanah baru. Saya langsung berpikir berapa lama saya harus beradabtasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Struktur waktu aktivitas saya pasti dirombak, meskipun merombaknya hanya sedikit waktu namun untuk terbiasa dengan struktur baru membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Ayah langsung menyuruh saya untuk mandi dan bersiap-siap melihat singgah sanah saya yang baru. Dengan bermalas-malas dan agak melambatkan pergerakan saya bicara dengan nada yang menjengkelkan kepada ayah saya, "KENAPA TIDAK BESOK SAJA MENGUNJUNGINYA?". Lalu ayah saya menjawab dengan nada yang lumayan keras,"KALAU BESOK-BESOK AYAH TIDAK ADA WAKTU, INGAT ! GUNAKAN WAKTU DENGAN SEBAIK-BAIK MUNGKIN". Saya hanya bisa terdiam. Saya langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan menyegarkan badan.

1 jam kemudian sampai ketempat tujuan, tidak lupa setelah mandi berpakaian dulu. Hehe. melihat tempatnya sangat sejuk dan sudah pasti adem. Jelas, pohon-pohon masih ngampar dilingkungan. Dengan cukup banyak pohon dilingkungan sekitar rumah jadi lebih terpacu untuk hidup lebih sehat dan mulai berandai untuk jadi calon penghirup udara segar di pagi hari. Pada inti tulisan ini hanya meluapkan apa yang sedang saya fikirkan.

Tiada Hari Tanpa Membaca & Menulis

Ini adalah tulisan pertama saya di blogspot. Mohon maaf kalau ada bahasa yang tidak bagus.

Pada awalnya saya tidak menginginkan untuk tidak suka membaca dan menulis artikel. Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada sang khalik yang telah membukakan jalan saya untuk lebih berfikir kalau tanpa membaca saya tidak akan ada. Sekarang membaca adalah wajib bagi saya, bahkan bukan hanya saya yang menginginkan hal tersebut, melainkan orang-orang pintar yang ada di dunia ini.

Membaca membuat saya tertarik menulis artikel bertema apapun yang ada didalam pikiran saya. Meskipun saya awam dalam menulis dan merangkai kata-kata, tidak membut saya untuk tidak berusaha menjadi penulis yang diatas rata-rata. Berkat itu semua kepercayaan diri saya meningkat, dan saya percaya pada kemampuan yang saya miliki untuk tetap membaca dan menulis.

Penyesalan datang diakhir akibat kegagalan-kegagalan yang pernah saya alami. Mungkin ini semua adalah kehendak sang khalik yang telah menyadarkan saya dalam kegagalan yang saya alami.
Hidup ini hanya satu kali, saya akan berjuang untuk hidup saya di jalan sang khalik. Waktu terus beganti dan jampun terus berdetik, saya tidak boleh menyia-nyiakan kehidupan yang telah sang khalik beri.

Saya dilahirkan kebumi ini untuk berusaha, segala sesuatu yang di pijak hanya untuk berusaha dengan tujuan dan keinginan saya berdasarkan ajaran agama.
Saya akan senantiasa belajar dari yang lebih tua dan yang pasti si tua ini lebih berpengalaman pula. Saya ingat kata-kata mutiara seperti ini, " Pengalaman Adalah Guru Terbaik Untuk Setiap Individu". "Yang Muda Belum Tentu Menjadi Tua, Dan Yang Tua Pernah Muda". Saya tidak akan membuang-buang waktu dan berusaha mencari pengetahuan yang belum saya tahu, tetapi tetap dijalan sang khalik dan mempertimbangkan pengetahuan yang baru saya tahu, mana yang baik dan mana yang tidak baik. Saya jadi ingat kata-kata mutiara lagi ni, "Katakan Tidak Untuk Hal Yang Tidak Baik".
KOK saya jadi ngelantur ya? Hehe.
#Tapi itu semua untuk memahami emosi dan pikiran saya.
Bembaca buku tidak akan membuat kita bodoh. Sebab, membaca buku adalah jendela ilmu. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa, Mari kita bersama teriakkan,"KATAKAN TIDAK UNTUK HAL YANG TIDAK BAIK".